Critical Thinking (Berpikir Kritis)

Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah berdasarkan bukti dan logika. Dalam pembelajaran SD, berpikir kritis dapat dikembangkan melalui:
– Pertanyaan terbuka saat membaca teks cerita
– Diskusi pemecahan masalah dalam soal matematika kontekstual
– Kegiatan eksperimen sederhana untuk menyimpulkan hasil pengamatan
Guru perlu menciptakan lingkungan kelas yang menghargai berbagai sudut pandang dan mendorong siswa bertanya, menganalisis, dan menyimpulkan secara mandiri.

Creativity (Kreativitas)

Kreativitas adalah kemampuan menghasilkan ide baru, orisinal, dan solutif. Kreativitas bukan hanya dalam seni, tetapi dalam cara berpikir, bertindak, dan menyelesaikan tugas.
Contoh penerapannya di SD:
– Membuat cerita bergambar berdasarkan pengalaman pribadi
– Mendesain alat sederhana dari barang bekas
– Menyelesaikan soal matematika dengan berbagai strategi yang berbeda
Guru dapat memberikan ruang eksplorasi, fleksibilitas waktu, dan kebebasan berekspresi sebagai kunci dalam menumbuhkan kreativitas siswa.

Collaboration (Kolaborasi)

Kolaborasi adalah kemampuan bekerja sama secara produktif dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan mencapai tujuan bersama. Contoh kegiatan:
– Kerja kelompok membuat poster bertema lingkungan
– Proyek kelas seperti pementasan drama
– Diskusi kelompok kecil dalam pembelajaran tematik
Guru berperan memfasilitasi peran aktif setiap anggota kelompok dan membimbing proses kerja sama yang sehat dan inklusif.

Communication (Komunikasi)

Komunikasi mencakup kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan, serta mendengarkan secara aktif. Contoh kegiatan:
– Presentasi hasil proyek di depan kelas
– Menulis jurnal harian atau refleksi pembelajaran
– Bermain peran (role play) dalam pelajaran Bahasa Indonesia atau PPKn
Pembelajaran yang kaya akan aktivitas komunikasi akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan siswa menyampaikan ide secara efektif.

Citizenship (Kewarganegaraan Global)

Kewarganegaraan global adalah kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan budaya di sekitar, baik lokal maupun global.
Implementasi dalam pembelajaran:
– Membahas isu sosial seperti pengelolaan sampah di lingkungan sekolah
– Mengangkat tema toleransi dan keberagaman budaya dalam proyek kelas
– Kegiatan aksi sosial seperti berbagi dengan teman atau membersihkan kelas
Melalui pembelajaran tematik, guru dapat menanamkan nilai empati, keadilan, dan rasa tanggung jawab sosial pada siswa.

Character (Karakter)

Karakter berkaitan dengan nilai-nilai moral yang mencerminkan integritas pribadi siswa. Pendidikan karakter merupakan dasar dari semua aspek 6C.
Penguatan karakter dilakukan melalui:
– Pembiasaan nilai seperti jujur, tanggung jawab, dan kerja keras
– Pemberian contoh langsung oleh guru dalam bersikap
– Refleksi nilai setelah kegiatan belajar
Karakter yang kuat akan menjadi landasan bagi siswa dalam berinteraksi secara etis dan bertanggung jawab di masyarakat.

Scroll to Top